Galeri

PDF Cetak Email

Retret

(Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)


Retret memiliki beberapa makna yang berkaitan, yang pada umumnya berupa gagasan untuk sementara waktu menjauhkan diri sendiri dari lingkungan biasanya. Sebuah retret dapat dilakukan untuk alasan yang berhubungan dengan spritiual, stres, kesehatan, gaya hidup, ataupun hal-hal sosial atau ekologis.

Sebuah retret dapat berarti sebuah periode pengalaman menyendiri ataupun pengalaman mengasingkan diri bersama dengan sebuah kelompok/komunitas. Beberapa retret dilakukan dalam kesunyian, sementara yang lainnya dilakukan dalam suasana berbagi rasa, tergantung dari pengetahuan dan praktek yang dilakukan oleh fasilitator dan/atau pesertanya. Retret sering kali dilakukan di daerah pedesaan atau pedalaman, atau di tempat-tempat retret khusus seperti sebuah biara.

Retret religius/spiritual menyediakan waktu untuk berefleksi, berdoa, atau bermeditasi. Hal-hal ini dianggap penting dalam Budhisme, dan juga populer di kalangan gereja-gereja Kristen, termasuk Protestan, Katolik Roma, dan Anglikan.


Retreat (spiritual)

From Wikipedia, the free encyclopedia


The term retreat has several related meanings, all of which have in common the notion of safety or temporarily removing oneself from one's usual environment in order to become immersed in a particular subject matter. A retreat can be taken for reasons related to spirituality, stress, health, lifestyle, or social or ecological concerns. Increasingly, organizations hold retreats to focus board and staff members on key issues such as strategic planning, enhancing communication and collaboration, problem-solving and creative thinking.

A retreat can either be a time of solitude or a community experience. Some retreats are held in silence, and on others there may be a great deal of conversation, depending on the understanding and accepted practices of the host facility and/or the participant(s). Retreats are often conducted at rural or remote locations, either privately, or at a retreat centre such as a monastery. Some retreats for advanced practitioners may be undertaken in darkness, a form of retreat that is common as an advanced Dzogchen practice in the Nyingma school of Tibetan Buddhism.

Spiritual retreats allow time for reflection, prayer, or meditation. They are considered essential in Buddhism[1], having been a common practice since the Vassa, or rainy season retreat, was established by the founder of Buddhism, Gotama Buddha. Retreats are also popular in many Christian churches, where they are seen as mirroring Christ's forty days in the desert,[2] including evangelical Protestantism, Roman Catholicism and Anglicanism.

 
Ada 10 tamu online

Pengunjung

7 negara pengunjung terbanyak:
Indonesia flag 86.7%Indonesia (40029)
Japan flag 3.6%Japan (1667)
United States flag 2.3%United States (1075)
United Kingdom flag 2.3%United Kingdom (1039)
Unknown flag 1.9%Unknown (879)
Russian Federation flag <1.0%Russian Federation (382)
Latvia flag <1.0%Latvia (158)
46144 kunjungan dari 73 negara

Jumlah Kunjungan

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini33
mod_vvisit_counterKemarin198
mod_vvisit_counterMinggu ini1219
mod_vvisit_counterMinggu lalu1671
mod_vvisit_counterBulan ini2389
mod_vvisit_counterBulan lalu7344
mod_vvisit_counterKeseluruhan100115

Statistik Situs

Anggota : 14
Isi : 32
Links Situs : 3
Content View Hits : 42690

MahawuPilgrim Networks

Facebook Facebook Group Flickr Friendster Photo Bucket Picasa Twitter
RocketTheme Joomla Templates